Bagi Anda Yang Memiliki Tanaman Berikut Cara Merawatnya

Bagi Anda Yang Memiliki Tanaman Berikut Cara Merawatnya
Tidak terbatas pada tanaman pangan saja, perawatan pun perlu kita lakukan terhadap tanaman-tanaman hias. Perawatan ini dilakukan agar tanaman pangan dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah, sayuran atau rempah dengan jumlah yang lumayan dan berkualitas. Perawatan untuk tanaman hias dilakukan agar tanaman-tanaman tersebut dapat tumbuh subur, dengan dedaunan yang sehat dan menghasilkan bunga-bunga atau corak-corak yang bagus.
Tanaman yang kita tanam di pekarangan, apabila dirawat, tampilannya akan bagus, tampak asri dan nyaman dipandang mata. Meskipun banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari merawat tanaman, masih banyak pula diantara kita yang membiarkan begitu saja tanaman di pekarangan. Sibuk dan tidak sempat adalah dua alasan paling banyak dan paling klise yang sering kita dengar, jika berbicara masalah perawatan tanaman.
Pada kesempatan ini, saya tidak berbicara masalah perawatan secara teoritis yang memiliki kajian mendalam dan komplit, sebagaimana artikel-artikel yang lainnya, kali ini saya hanya berbagi pengalaman atas apa yang telah saya lakukan dalam hal perawatan tanaman di pekarangan. Tidak banyak memang tanaman yang saya tanam di pekarangan. Saya hanya menanam berbagai jenis cabe, seperti cabe besar, cabe rawit dan cabai kering. Lalu ada bawang merah, daun kesum dan daun sop. Untuk tanaman hias saya hanya menanam pohon bunga bougenvile, bunga kamboja dan beberapa jenis keladi corak.
Perawatan yang saya lakukan terhadap tanaman-tanaman di pekarangan cukup sederhana dan mudah, yaitu:
1.    Melakukan penyiraman setiap hari sebanyak 2 kali, yaitu di pagi dan sore hari. Untuk pagi hari air yang saya gunakan adalah air bekas cucian beras. Untuk sore hari saya gunakan air hujan. Saya tidak menggunakan air keran, karena pasti ada zat-zat pembersih dan penjernih air.
2.    Setiap satu minggu sekali, rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman saya bersihkan, dengan cara dicabut. Menurut saya jika menunggu terlalu lama, rumput itu akan tumbuh besar dan akarnya semakin kuat, sehingga ketika dicabut, khawatirnya akan merusak tanah tempat tanaman tumbuh. Selain itu saya juga menyemprotkan 1 liter air yang di dalamnya saya masukkan campuran perasan daun sirih dan tembakau ke batang pohon dan daun, untuk menghindari hama. Tidak perlu banyak, untuk semua tanaman milik saya, saya hanya memeras 3 lembar daun sirih yang telah dilayukan terlebih dahulu dan tembakau dari 2 batang rokok. 1 liter air itu sudah cukup untuk semua tanaman saya. Jumlah air, daun sirih dan tembakau disesuaikan saja dengan banyaknya tanaman dan tidak ada takaran khusus, silakan diperkirakan sendiri.
3.    Dua minggu sekali, tanah di sekitar tanaman saya gemburkan dan saya beri pupuk. Pupuk yang saya gunakan adalah pupuk kompos organik, yang saya buat sendiri. Cara pembuatannya cukup gampang, sampah-sampah dedaunan dan rerumputan yang ada di sekitar rumah saya kumpulkan, kemudian saya potong-potong, lalu saya rendam di dalam air sampai mengembang dan terurai, setelah itu saya hancurkan hingga halus. Pupuk kompos ini saya gaulkan sekalian dengan tanah di sekitar tanaman yang saya gemburkan.
Ini adalah pengalaman saya dalam perawatan tanaman. Sejauh ini cara ini sangat efektif, karena sayuran dan pangan yang dihasilkan cukup lumayan, tanaman-tanaman hias saya pun tumbuh subur dengan bunga-bunga yang terlihat segar. Sampai saat ini tidak ada hama yang menyerang tanaman saya.

Leave a Comment