Desain Kamar Yang Membuat Anak Berani Tidur Sendiri

Desain Kamar Yang Membuat Anak Berani Tidur Sendiri

Ternyata desain kamar juga mempengaruhi anak untuk tidur karena biasanya anak sering ketakutan jika tidur sendiri namun jika kamarnya di desain sedemikian rupa itu akan membuat anak berani tidur sendiri. Kita bisa membuat desain kamar sesuai hobi, sisi tematik, cerita dongeng princess , bajak laut dan lain-lain
Membiasakan anak untuk tidur di kamarnya sendiri adalah upaya yang harus dilakukan sejak dini oleh orang tua. Memamg tidak mudah dilakukan, namun harus dilatih sesuai tahap-tahap usia si anak.

Hasil gambar untuk desain kamar tidur anak olahraga

Psikolog Anak, Rini Hildayani, mengutarakan kepada Rumah.com, Kamis (14/1/2016) membentuk kebiasaan itu haruslah bertahap. Terlebih di usia-usia yang masih membutuhkan adaptasi seperti usia 0-2 tahun.

“Di usia 0-8 bulan anak cenderung belum mengenal orang lain selain orang tuanya. Sedangkan usia 8 bulan-2 tahun anak sudah mulai mengenal orang lain, tetapi masih mengalami kondisi kelekatan. Artinya, Ia akan menangis jika ditinggal oleh ibunya, dan akan berhenti menangis setelah didiamkan oleh sang ibu,” tutur Rini yang juga merupakan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Usia dua tahun adalah usia yang tepat bagi anak untuk dibiasakan tidur di kamarnya sendiri. Ini karena anak sudah mulai bisa meramalkan keberadaan figur penting, dalam hal ini adalah orang tuanya.

Namun Rini mengingatkan, usia tersebut barulah sebatas tahap perkenalan, tidak langsung memaksakannya untuk tidur sendiri. Apabila anak sudah memasuki usia prasekolah, yakni usia 3-4 tahun, Anda bisa perlahan mulai ‘memaksanya’ untuk tidur di kamarnya sendiri.

“Meski di usia-usia tersebut, anak kerap menangis ketika bangun tidur atau mimpi buruk, orang tua harus berani melatih, karena tidur sendiri adalah tanda kemandirian di usia prasekolah,” kata Rini.

Anak yang menolak tidur sendiri adalah hal yang wajar karena pada usia tersebut imajinasi sang anak berkembang pesat. Karena itu, tidak heran jika ketakutan akan gelap, petir, bahkan hantu masih menjadi alasan kuat mengapa mereka enggan tidur sendiri.

Untuk membantu membiasakan anak tidur sendiri sejak dini, membuat desain kamar anak agar jauh dari kesan sepi dan menakutkan.

Desain kamar anak haruslah memiliki connecting door dengan kamar orang tua. Selain itu harus menciptakan visualisasi yang menarik, seperti pemilihan tematik warna yang memacu kreativitas dan karakter anak. Sebisa mungkin posisi ranjang tidur dapat melihat keseluruhan ruangan sehingga terasa aman.

Unsur terpenting dalam penyajian desain kamar tidur anak agar menarik harus diperhatikan dalam hal memilih tematik dan warna.

Leave a Comment