Kiat Rumah Tetap Rapi Dan Bersih

Kiat Rumah Tetap Rapi Dan Bersih

Bagi anda yang memiliki pembantu di rumah bagaimana rasanya jika pembantu anda pulang kampung? berfikiran bisa rapih atau tidak jika rumah ditinggal. Bisa jika membuat jadwal rutin pekerjaan rumah, kompak berkerja sama dan tetap rileks.

  • Tersenyumlah, jangan panik! Tekanan darah ayah dan ibu muda dengan dua anak menjelang Hari Raya biasanya meninggi. Bukan apa-apa, di hari biasa saja sulit betul mengatur rumah, apalagi sekarang ketika pembantu sudah pulang dan pekerjaan justru bertambah. Setelah Anda membuat jadwal dan daftar tugas rutin membereskan rumah, pertahankan senyum di wajah Anda, baik pada pasangan maupun dua balita Anda. Anak-anak lebih mudah diajak bekerja sama dan senang mendengarkan perkataan orang tua yang ramah, gembira dan membuat nyaman.
  • Berbagi bisa meringankan.  Ketika si Mbak sudah angkat kopor, mustahil Anda merampungkan pekerjaan rumah sendirian. Selain melibatkan pasangan untuk ikut memikirkan pengelolaan rumah tanpa pembantu, libatkan pula balita. Peran  anak tentu harus sesuai porsi dan kemampuannya. Misalnya, libatkan si dua tahun untuk menjaga kerapian ruang tidur atau kamar bermainnya.
  • Bersama anak membuat jadwal harian. Absennya si Mbak sebenarnya kesempatan baik untuk mengajar disiplin pada balita. Buatlah jadwal harian bersama si balita. Untuk si prasekolah, Anda dapat membuat sebuah chart berisi jadwal harian pekerjaan rumah balita dalam seminggu. Pastikan dalam chart itu ada kolom untuk merekatkan stiker sebagai reward bila ia telah melakukan tugas dengan baik.
    Setelah itu buat kesepakatan. Jika telah terkumpul sejumlah bintang, balita dapat melakukan kegiatan favorit sebagai hadiah.
  • Melibatkan anak sesuai porsi. Dimulai dengan si kakak, maka adik biasanya tak mau kalah. Cobalah juga memberikan adik tugas. Berikan tugas sederhana secara adil. Jika kakak diberi satu, berikan juga satu untuk adik. Namun telaah juga jika menolak, bisa jadi, si balita bosan atau lelah.
  • Segera tengahi pertengkaran yang terjadi. Anak-anak bertengkar itu perkara biasa. Tetapi jika salah satu mulai menyakiti yang lainnya, orang tua perlu turun tangan untuk memperjelas sumber masalah dan membantu menyelesaikan masalah. Kemudian alihkan suasana tegang ini dengan kegiatan yang menyenangkan.
  • Hindari mematok harapan terlalu tinggi. Berhubung yang Anda mintai bantuan adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, tak heran jika susunan mainan yang dibereskan tidak teratur. Mungkin tahun ini ia baru belajar jadwal rutin dan mematuhinya sesuai kemampuannya. Nah, tahun depan ia mungkin lebih terampil dan mudah dimintai bantuan. Paling tidak, Anda mulai melatih anak sejak dini.
  • Sadari ”Nobody is perfect.” Meski Anda telah berupaya keras melakukan yang terbaik untuk mengatur rumah dengan dua anak balita, percayalah tak seorang pun dapat melakukannya dengan sempurna. Pasti ada hari-hari yang ”gagal total”. Misalnya, jadwal harian yang tak sesuai rencana, lalu dua balita Anda bertengkar seharian atau pekerjaan rumah tak kunjung selesai. Cara jitu menghadapinya? Kembali ke kiat pertama: Tak perlu panik! Senyum adalah obat mujarabnya. Tak ada orang tua yang sempurna di dunia ini. Paling tidak, semangat Anda berusaha melakukan yang terbaik patut diacungi jempol.

Kiat lain, jika seisi rumah mulai jenuh, lakukan penyegaran. Misalnya,ajak keluarga mencicipi menu baru di restoran favorit, atau mendatangirestoran menarik yang baru dibuka.

Leave a Comment